Kamis, 27 September 2012

MVA dan EVA

Dalam pembahasan data akuntansi maupun data yang dimodifikasi di bagian sebelumnya, harga saham sama sekali tidak disebut-sebut. Karena sasaran utama mnajemen adalah untuk memaksimalkan harga saham perusahaan, maka kita perlu memperhitungkan pula harga-harga saham. Para analisis keuangan oleh sebba itu telah mengembangkan dua ukuran kinerja, yaitu Nilai Tambah Pasar (market value added-MVA) dan Nilai Tambah Ekonomi (economic value added-EVA)
Nilai tambah pasar MVA
Sasaran utama dari kebanyakan prusahaan adalah untuk memaksilamalkan kekayaan pemegang asaham. Sasaran ini sudah pasti akan menguntungkan pemegang saham, tetepi juga akan membantu untuk memastikan bahwa sumber daya yang terbatas telah dialokasikan secara efisien, yang akan memberikan keuntungan pada ekonomi. Kekayaan pemegang saham akan dimaksimalkan dengan meminimalkan perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham. Perbedaan ini disebut sebagai Nilai Tambah Pasar MVA.
MVA = Nilai Pasar dari Saham – Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham
= (saham beredar)(harga saham) – Total ekuitas saham biasa
Sebagai gambaran, lihat perusahaan contoh kita, Allied Food Products. Pada tahun 2002, total nilai ekuitas pasarnya adalah sebesar $1.150 juta, sedangkan neracanya menunjukkan bahwa saham telah menyetorkan $896 juta. Jadi, MVA Allied adalah sebesar $1.150 - $896 = $254 juta. Jumlah $254 juta ini mencerminkan perbedaan antara uang yang telah diinvestasikan oleh para pemegang saham Allied di dalam perusahaan sejak pendiriannya-termasuk juga laba ditahan –versus kas yang dapat mereka peroleh jika mereka menjual bisnis ini. Semakin tinggi MVA, semakin baik pekerjaan yang telah dilakukan oleh para manajer bagi pemegang saham perusahaan.
Nilai Tambah Ekonomi (EVA)
Jika MVA mengukur efek dari tindakan-tindakan manajerial dari sejak awal didirikannya oerusahaan, maka Nilai Tambah Ekonomi (EVA) menempatkan fokusnya pada keefektifan manajerial dalam suatu tahun tertentu. Rumus dasar dari EVA adalah sebagai berikut
EVA = NOPAT – Biaya modal operasi setelah pajak
= EBIT (1 – T) [(total modal operasi yang diberikan oleh investor ) x (persentase biaya modal setelah pajak)]
NOPAT(Net Operating After Tax) : laba operasi bersih setelah pajak (NOPAT = Laba (Rugi) Usaha – Pajak)
Total modal operasi yang diberikan oleh investor adalah jumlah dari utang yang dikenakan bunga, saham preferen, dan ekuitas saham biasa yang digunakan untuk memperoleh aktiva operasi bersih perusahaan, yaitu modal kerja operasional bersih plus aktiva tetap bersih.
EVA adalah suatu estimasi dari laba ekonomis yang sebenarnya dari bisnis untuk tahun yang bersangkutan, dan sangat jauh berbeda dari laba akuntansi. EVA mencerminkan laba residu yang tersisa setelah biaya dari seluruh modal, termasuk modal ekuitas, telah dikurangkan, sedangkan laba akuntansi ditentukan tanpa mengenakan beban untuk modal ekuitas. Modal ekuitas memiliki biaya, karena dana yang diberikan oleh para pemegang saham dapat saja diinvestasikan di tempat lain di mana mereka tentunya juga akan mendapatkan pengembalian. Pemegang saham mengorbankan peluang untuk menginvestasikan dananya di tempat lain ketika memberikan modal kepada perusahaan. Pengembalian yang dapat diperoleh dari tempat lain atas investasi dengantingkat risiko yang sama mencerminkan biaya dari ekuitas modal. Biaya ini lebih merupakan biaya kesempatan daripada biaya akuntansi, namin biaya tersebut tetap cukup nyata.
Perhatikan ketika menghitung EVA kita tidak menambahkan kembali depresiasi. Meskipun bukanlah satu pengeluaran dalam bentuk kas, depresiasi adalah tetap merupakan suatu biaya,dan karenanya dikurangkan ketiak menentukan baik laba bersih maupun EVA. Perhitungan kita tentang EVA berasumsi bahwa depresiasi ekonomis yang sebenarnya dari aktiva tetap suatu perusahaan adalah sama persis dengan depresiasi yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan perpajakan. Jika kenyataannya tidak seperti itu, harus diberlakukan peneyesuaian-penyesuaian untuk mendapatkan hasil EVA yang lebih akurat.
EVA menyajikan suatu ukuran yang baik mengenai sampai sejauh mana perusahaan telah memberikan tambahan nilai pada nilai pemegang saham. Oleh karenanya, jika manajer berfokus pada EVA, hali ini akan dapat membantu memastikan bahwa mereka telah menjalankan operasi dengan cara yang konsisten dengantujuan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Perhatikan pula bahwa EVA dapat dihitung untuk divisi-divisi sekaligus juga untuk perusahaan secara keseluruhan, sehingga dapat menjadi dasar yang berguna untuk menentukan kompensasi manajerial pada seluruh tingkatan.
Harga saham adalah $23 per lembar saham pada akhir tahun 2002, turun dari $26 per lembar saham pada akhir tahun 2001. Persentase biaya modal setelah pajaknya adalah 10,3 persen untuk tahun 2001 dan 10,0 persen untuk tahun 2002, dan tarif pajaknya adalah 40 persen. Pertama-tama perhatikanlah bahwa gabungan antara harga saham yang lebih rendah dan nilai buku ekuitas yang lebih tinggi (yang disebabkan oleh saldo laba yang ditahan selama tahun 2002) telah mengurangi MVA. MVA untuk tahun 2002 masih positif, tetapi $460 - $206 = $206 juta nilai pemegang saham telah hilang selama tahun 2002
Harga saham adalah $23 per lembar saham pada akhir tahun 2002, turun dari $26 per lembar saham pada akhir tahun 2001. Persentase biaya modal setelah pajaknya adalah 10,3 persen untuk tahun 2001 dan 10,0 persen untuk tahun 2002, dan tarif pajaknya adalah 40 persen, jumalh saham 50 juta lembar, nilai buku ekuitas tahun 2002 sebesar (-896) dan 2001 sebesar (-840), EBIT tahun 2002 ($283,8) dan 2001 ($263,0) .



Hubungan antara EVA dan MVA:
Jika sebuah perusahaan memiliki sejarah nilai-nilai EVA yang negatif, maka nilai MVA-nya kemungkinan juga negatif, begitu pula jika terdapat sejarah nilai-nilai EVA yang positif. Namun begitu, harga saham, yang merupakan unsur utama dalam perhitungan MVA, lebih tergantung kepada ekspektasi kinerja dimasa mendatang daripada suatu kinerja historis. Oleh sebab itu, sebuah perusahaan dengan sejarah nilai EVA yang negatif dapat saja memiliki nilai MVA yang positif, asalkan para investornya mengharapkan terjadinya suatu perubahan arah dimasa mendatang.
Pengamatan kedua bahwa ketika EVA dan MVA digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial sebagian bagian dari program insentif, EVA adalah ukuran umum yang digunakan.
Alasannya:
1. EVA menunjukan nilai tambah yang terjadi selama suatu tahun tertentu, sedangkan MVA mencerminkan kinerja perusahaan sepanjang hidupnya.
2. EVA dapat diterpkan di masing-masing divisi atau unit-unit yang lain dari perusahaan besar, sedangakan MVA harus diterapkan untuk perusahaan secara keseluruhan.
Pihak-Pihak yang Berkepentingan Terhadap Laporan Keuangan
Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dari pengambil keputusan ekonomi. Laporan keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi pihak yang membutuhkan atau berkepentingan, pihak-pihak yang membutuhkan antara lain: para pemilik perusahaan/pemegang saham, manajer perusahaan yang bersangkutan, banker, kreditor, investor, pemerintah, mereka yang menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda, beberapa kebutuhan ini adalah meliputi:
1.Para pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan akan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan untuk dapat menilai sukses atau tidaknya manajer yang diberi kepercayaan orang pemegang saham mengendalikan/memimpin perusahaannya.
2.Manajer perusahaan yang bersangkutan
Laporan keuangan bagi manajer berguna untuk:
a. Mengukur biaya dan hasil (pendapatan) yang telah dicapai periode yang lalu.
b. Menilai mengukur efisiensi dari tiap-tiap bagian yang ada dalam perusahaan.
c. Menilai mengukur hasil kerja dari tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggungjawab
Banyak pihak yang mempunyai kepentingan untuk mengetahui lebih mendalam tentang laporan keuangan oleh perusahaan. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ada beberapa pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan, antara lain:
1. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat luas merupakan suatu jaminan terhadap uang yang disimpan di bank. Jaminan ini diperoleh dari laporan keuangan yang ada dengan melihat angka-angka yang ada di laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan, pemilik dana dapat mengetahui kondisi bank bersangkutan.
2. Bagi Pemilik/Pemegang Saham
Bagi pemegang saham sebagai pemilik, memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan untuk kemajuan perusahaan dalam menciptakan laba dan pengembangan usaha bank tersebut. Penilaian pemegang saham akan lebih ditekankan pada kemampuan manajemen dalam mengembangkan modalnya untuk memperoleh laba yang rasional, dan kemampuan manajemen bank yang bersangkutan dalam mendukung perkembangan usahanya.
3. Bagi Pemerintah
Bagi pemerintah, baik bank pemerintah maupun bank swasta adalah untuk mengetahui kemajuan dan kepatuhan bank dalam melaksanakan kebijakan moneter dan pengembangan sektor-sektor industri tertentu.
4. Pihak Perpajakan
Pihak pajak akan dapat lebih mudah menjalankan tugasnya dalam menetapkan besarnya pajak perseroan bagi bank yang bersangkutan, dengan mempelajari laporan keuangan yang telah diumumkan.
5. Bagi Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan bank, sehingga mereka juga merasa perlu mengharapkan peningkatkan kesejahteraan apabila bank memperoleh keuntungan dan sebaliknya.
6. Bagi Manajemen
Untuk menilai kinerja manajemen bank dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Kemudian juga untuk menilai kinerja manajemen dalam megelola sumber daya yang dimilikinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar